Mahasiswa, yang katanya, adalah makhluk berderajat lebih tinggi daripada siswa karena menyandang kata 'maha', tetap saja merupakan makhluk Tuhan yang penuh kekurangan. "Dulu, ketika saya di SMP, impian saya adalah segera masuk SMA. Begitu masuk SMA, impian saya adalah segera masuk kuliah. Begitu kuliah, impian saya adalah segera kerja. Begitu seterusnya". Bagi saya, kalimat di atas adalah kalimat klise yang seringkali kami (mahasiswa) dengar, baik itu selama masa pengkaderan ataupun dalam candaan sehari-hari.
"Katanya mahasiswa, tapi kok pemikiran dangkal?"
"Katanya mahasiswa, tapi kok tidak aktif?"
"Katanya mahasiswa..."

