"Katanya Mahasiswa, tapi kok..."

Mahasiswa, yang katanya, adalah makhluk berderajat lebih tinggi daripada siswa karena menyandang kata 'maha', tetap saja merupakan makhluk Tuhan yang penuh kekurangan. "Dulu, ketika saya di SMP, impian saya adalah segera masuk SMA. Begitu masuk SMA, impian saya adalah segera masuk kuliah. Begitu kuliah, impian saya adalah segera kerja. Begitu seterusnya". Bagi saya, kalimat di atas adalah kalimat klise yang seringkali kami (mahasiswa) dengar, baik itu selama masa pengkaderan ataupun dalam candaan sehari-hari.

"Katanya mahasiswa, tapi kok pemikiran dangkal?"
"Katanya mahasiswa, tapi kok tidak aktif?"
"Katanya mahasiswa..."

Roman Bangsacara, RFC: Dari PJ KPU Menjadi Cakahima

"Mengenal Lebih Jauh Pemikiran Seorang Cakahima"

Roman Bangsacara, RFC atau yang sering disapa Roman adalah salah satu calon Kahima TELKOM 2013-2014 dengan nomor urut 2. Pria kelahiran Blitar, 24 Juni 1992, silam ini mengaku mendapat motivasi dari lingkungan sekitar untuk mencalonkan diri menjadi cakahima. Berpegang teguh pada motto “Hidup sekali, mati berarti”, beliau berusaha untuk membawa perubahan besar pada TELKOM di bawah pimpinannya sebagai kahima.

“Sejujurnya dari awal masuk TELKOM sampai semester 2 pertengahan, nggak ada cita-cita ingin jadi kahima. Tapi, motivasi dari lingkungan sekitar, membuatku meluruskan niat untuk mencalonkan diri menjadi cakahima di pertengahan semester 3. Motivasi itu datang setelah mereka melihat bagaimana kinerjaku ketika menjadi PJ KPU dan PPMP,” katanya dengan gaya khas yang santai.

Pria pengagum Ir. Soekarno ini mengatakan bahwa telah melakukan persiapan dalam menghadapi pencoblosan mendatang, di antaranya gencar berkampanye, mempersiapkan fisik dan mental, serta sering melakukan sharing. Menurutnya, kampanye merupakan salah satu cara efektif untuk meyakinkan masyarakat.

ShareThis